Sejarah dan Fungsi Utama
- Pembangun: Mulai dibangun sekitar tahun 850 Masehi oleh Rakai Pikatan, lalu diperluas oleh Raja Balitung Maha Sambu.
- Tujuan: Didedikasikan untuk Trimurti, yaitu Dewa Siwa (pelebur), Dewa Wisnu (pemelihara), dan Dewa Brahma (pencipta).
- Pusat Spiritual: Candi Siwa merupakan bangunan utama dan tertinggi (47 meter) karena aliran Hindu yang berkembang saat itu mengutamakan pemujaan terhadap Dewa Siwa.
- Sempat Terlantar: Kompleks ini sempat ditinggalkan pada abad ke-10 ketika pusat kerajaan dipindahkan ke Jawa Timur, hingga akhirnya ditemukan kembali dalam kondisi runtuh pada abad ke-19.
Kompleks Bangunan dan Tata Ruang
Secara keseluruhan, kompleks asli candi ini dirancang memiliki 240 candi yang terbagi dalam tiga zona utama:
- Zona Luar (Jaba): Area terbuka yang dahulunya berfungsi sebagai ruang transisi bagi para peziarah.
- Zona Tengah (Tengahan): Tempat berdirinya ratusan Candi Perwara (candi pengawal) yang disusun berjejer.
- Zona Dalam (Njeron): Area paling suci yang menampung 3 Candi Trimurti, 3 Candi Wahana (kendaraan dewa: Nandi, Garuda, Angsa), 2 Candi Apit, dan 4 Candi Kelir.
Legenda Roro Jonggrang vs Fakta Sejarah
Dalam cerita rakyat Jawa, Candi Prambanan sering dikaitkan dengan legenda Roro Jonggrang dan Bandung Bondowoso yang konon membangun 1.000 candi dalam semalam. Namun, penelitian arkeologis membuktikan bahwa candi ini dibangun secara bertahap selama puluhan tahun oleh ribuan pekerja menggunakan teknik arsitektur batu yang sangat maju pada zamannya.